Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan, melalui UPT Puskeswan Gencar Sosialisasi

AQJ news.com

Penyakit mulut dan kuku (PMK) saat ini tengah mewabah di Indonesia. Penyakit ini banyak menyerang hewan ternak yang berkuku genap dari mulai sapi, kerbau hingga domba atau kambing dan tergolong penyakit akut yang penyebarannya melalui infeksi virus dan mudah menular untuk pencegahan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Gencar Sosialisasi demikian di sampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) kabupaten Muba Ir A Thamrin melalui Kepala UPT Puskeswan Firly Juniandra.S.Pt Msi,Sekayu(8/06/22/022)

Kepala UPT Puskeswan Firly Juniandra.S.Pt Msi menyampaikan bahwa untuk sementara Menurut pantauan kami terhadap Populasi Hewan ternak yang tersebar di kabupaten Musi Banyuasin belum ada hewan ternak khususnya sapi, kambing dan Kerbau yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku.

ditambahkannya Penyakit PMK ini tidak ditularkan ke manusia atau bukan penyakit zoonosis sehingga yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah jangan sampai penyakit ini menyebar antar-ternak yang peka dan jangan sampai manusia menjadi perantara atau penyebar kepada hewan yang peka. Pada manusia sendiri, tidak menimbulkan penyakit, namun dampaknya adalah pada hewan peka

Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan vesikel atau lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku, pincang dan bahkan kuku bisa terlepas, hipersalivasi, hewan lebih sering berbaring; pada ternak potong terjadi penurunan bobot badan dan pada ternak perah terjadi penurunan produksi susu yang drastis.

Morbiditas biasanya tinggi mencapai 100%, namun mortalitas/tingkat kematian untuk hewan dewasa biasanya sangat rendah, akan tetapi pada hewan muda bisa mencapai 50%. Pada pedet, dengan pemeriksaan post mortem, bisa ditemukan adanya perubahan pada otot jantung (myocardium) berupa adanya garis-garis loreng, putih, abu-abu atau kekuningan yang sering disebut dengan istilah tiger heart. Pemeriksaan patologi ini hanya penting dilakukan untuk membuat diagnosa banding untuk penyakit lain selain PMK” ungkapnya.

Baca Juga :  Gara-gara Hobby Judi Slot Pria ini Gelapakan Uang Ratusan juta

Kami memanfaatkan Puskeswan keliling untuk memantau Perkembangan kesehatan hewan di kabupaten Musi Banyuasin untuk sementara kami memberikan Suntikan Vitamin kepada Hewan hewan ternak khususnya sapi kambing dan Kerbau,agar Antibodi Hewan kuat terhadap penyakit , Serta penyemprotan disinfektan di kandang ternak dan menghimbau agar Selalu manjaga keberhasilan hewan dan kandang.

Alhamdulillah selama kami memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya petani Peternak, serta Blantik atau jasa perantara jual beli hewan, antusias Sangat luar biasa karena mereka tahu pentingnya menjaga kesehatan hewan agar keberlangsungan Usaha tetap berjaga,dan Harga jualnya tetap tinggi, tutupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *