TRUK PENGANGKUT MINYAK DIDUGA ILEGAL LINTASI JALAN KABUPATEN MENUJU SUNGAI DUA, WARGA TEBING BULANG RESAH JALAN COR MAKIN RUSAK
TEBING BULANG, SUNGAI KERUH, MUBA – Aktivitas mobil truk pengangkut minyak yang diduga ilegal melintasi jalan kabupaten menuju Desa Sungai Dua, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, kini menjadi sorotan masyarakat Dusun 4 Desa Tebing Bulang.
Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, minyak yang diangkut truk-truk tersebut diduga dibawa keluar dari wilayah Musi Banyuasin menuju Lampung, dengan rute melewati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lalu masuk Tol Prabumulih.
Informasi mengenai asal, tujuan, dan legalitas muatan tersebut masih bersifat keterangan warga dan *belum terverifikasi secara resmi* oleh aparat penegak hukum maupun instansi terkait.
Warga menilai, aktivitas truk-truk tersebut membuat jalan cor beton semakin cepat rusak. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju Desa Sungai Dua dan setiap hari dilalui warga untuk beraktivitas.
Berdasarkan keterangan warga Dusun 4 Desa Tebing Bulang, belasan mobil pengangkut minyak tersebut mulai memicu keresahan masyarakat sekitar. Warga menyebut, jam melintas truk tersebut kerap berubah-ubah, diduga untuk mengelabui petugas.
“Kadang melintas dari jam 4 sore, kadang berubah-ubah, kadang dari jam 2 sampai jam 4 subuh. Belasan mobil itu lewat jalan kabupaten ini,” ujar seorang warga Dusun 4 yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Kamis (05/11/2026).
Warga juga menyampaikan dugaan bahwa rombongan truk tersebut sering dikawal oleh oknum. Namun, dugaan tersebut belum dapat dibuktikan secara independen dan masih perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas PUPR Muba dapat segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan tersebut. Apalagi, saat ini sudah mulai memasuki musim hujan.
“Apalagi sekarang mulai masuk musim hujan, celah cor dimasuki air, pada akhirnya jadi lumpur. Kami minta pemerintah atau PU tolong cek jalan ini,” tambah warga tersebut.
Warga menegaskan, mereka tidak menolak aktivitas ekonomi, namun meminta agar jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat tidak semakin rusak dan keselamatan pengendara tetap terjaga.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Polres Muba, maupun pihak terkait lainnya, belum berhasil dimintai keterangan terkait dugaan aktivitas dan rute pengangkutan minyak tersebut. Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi berimbang.(tim)



