Pamit Mancing Berujung Duka, Tim Gabungan Sisir Sungai Cari Keberadaan NK MUBA –
Keheningan di Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batanghari Leko, pecah. Seorang pekerja muda berinisial NK (20), yang sehari-harinya bekerja sebagai helper alat berat di PT AAP, dilaporkan hilang ditelan arus Sungai Batanghari Leko.
Hingga Selasa (20/1/2026), tim gabungan dari pihak perusahaan, kepolisian, dan warga setempat masih berjibaku menyisir aliran sungai demi menemukan korban yang tenggelam sejak Senin (19/1/2026) siang.
Detik-Detik Korban Hanyut
Tragedi ini bermula dari aktivitas santai di sela waktu. Korban bersama rekannya, Feri, awalnya hendak memancing di sekitar lokasi kejadian. Namun, sesi memancing itu berubah menjadi petaka ketika NK memutuskan untuk melepas pakaian dan terjun ke air.
Diduga kuat, korban berniat mandi sembari menyeberang ke sisi lain sungai. Sayangnya, perhitungan korban meleset. Arus Sungai Batanghari Leko yang deras menyeret tubuhnya ke arah hilir.
Saksi mata, Feri, mengungkapkan momen panik saat melihat rekannya terbawa arus. Ia sempat berteriak memanggil korban, namun tak ada sahutan. Tubuh NK perlahan menghilang dari permukaan air, meninggalkan Feri yang berupaya mencari di tepian namun tak membuahkan hasil.
Polisi Dalami Kronologis dan Terus Lakukan Pencarian
Laporan hilangnya NK segera direspons cepat. Setelah pihak perusahaan (PT AAP dan PT BPP) menerima laporan dari saksi pada pukul 12.30 WIB kemarin, koordinasi dengan pihak kepolisian langsung dilakukan.
Mewakili Kapolsek Batang Hari Leko AKP Halim Kesumo, Kasi Humas Polres Muba AKP S Hutahaean menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk memperluas area pencarian.
“Saat ini (Selasa, 20/1), pencarian masih berlangsung intensif. Metode yang kami gunakan adalah penyisiran di sepanjang bibir sungai serta pemantauan visual mengikuti aliran arus ke arah hilir,” jelas AKP S Hutahaean.
Selain fokus pada operasi SAR (Search and Rescue), pihak kepolisian juga tetap menjalankan prosedur penyelidikan. Pendalaman kronologis terus dilakukan untuk memastikan murni tidaknya kecelakaan ini dan menepis kemungkinan unsur lain.
Keluarga Telah Dihubungi
Pihak perusahaan dikabarkan telah berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di luar daerah untuk menyampaikan kabar duka ini. Sementara itu, aparat kepolisian menitipkan pesan tegas kepada masyarakat luas.
“Kami berharap korban segera ditemukan. Kami juga tak henti-hentinya mengimbau warga agar tidak meremehkan arus sungai. Mohon lebih berhati-hati, terutama saat mandi atau menyeberang tanpa pelampung pengaman,” pungkas Hutahaean



