Bukan Sekadar Hukum, Unit P4GN Muba Kedepankan Sisi Humanis: Korban Narkoba Adalah Pasien yang Harus Pulih

SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi menjadi daerah pertama di Sumatera Selatan yang bergerak cepat membangun benteng pertahanan melawan narkotika.

Langkah nyata ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan pembentukan Unit Layanan Terpadu P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (6/7/2026).

Kesepakatan bersejarah ini ditandatangani langsung oleh Bupati Muba H M Toha Tohet SH bersama Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol Hisar Siallagan SIK, disaksikan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen serta unsur Forkopimda Muba.

Unit layanan ini menjadi embrio resmi sebelum berdirinya BNN Kabupaten Muba.Sisi Humanis: Korban Adalah Pasien yang Harus PulihDibalik ketegasan regulasi, terselip pesan humanis yang kuat dalam sinergi ini. Kepala BNN Sumsel, Brigjen Pol Hisar Siallagan menegaskan bahwa pendekatan hukum tidak lagi menjadi satu-satunya jalan.

BNN kini mengedepankan aspek kemanusiaan demi menyelamatkan masa depan korban.”Di mata BNN, pecandu atau pengguna adalah korban yang harus diselamatkan agar bisa kembali pulih. Langkah terbaik bagi mereka adalah rehabilitasi, bukan diskriminasi. Kita harus merangkul mereka untuk kembali produktif,” ujar Hisar.

Bupati Muba H M Toha Tohet SH juga menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan warganya berjalan sendiri dalam kegelapan narkoba. Pemkab Muba mendukung penuh fasilitas, operasional, dan integrasi layanan publik agar masyarakat mudah mendapatkan akses rehabilitasi.”Pembentukan unit ini bukan sekadar seremonial. Ini tentang menyelamatkan manusia dan masa depan keluarga di Muba.

Saya instruksikan seluruh jajaran bergerak cepat agar layanan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Toha.Eksklusif: Alarm Bahaya untuk Gen Z dan Sektor IndustriBukan tanpa alasan Muba bergerak agresif.

Dalam sesi eksklusif usai acara, Brigjen Pol Hisar Siallagan langsung menggelar rapat khusus bersama para pemegang kepentingan perusahaan dan pelaku industri di Muba. Sesi ini mengupas tuntas data krusial yang menjadi ancaman nyata dunia usaha dan keluarga.

Baca Juga :  Satlantas Polres Musi Banyuasin Lakukan Ramp Check di Jalintim Palembang-Jambi

Pergeseran Target ke Gen Z (15–24 Tahun): Data survei nasional terbaru tahun 2025 menunjukkan tren mengerikan. Bandar narkoba kini secara masif mengincar generasi muda akibat fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dan rasa penasaran yang kebablasan.

Orang tua dituntut memberikan pengawasan ekstra.Ancaman Usia Kerja (24–49 Tahun): Narkoba terbukti tidak memandang profesi, jabatan, maupun status sosial. Sektor industri di Muba diingatkan bahwa produktivitas perusahaan akan langsung hancur jika pekerjanya terjerat narkoba.

Merespons paparan komprehensif tersebut, perwakilan perusahaan di Muba menyatakan dukungan penuh. Mereka menyambut baik hadirnya unit layanan terpadu ini karena regulasi yang dibawa BNN dinilai sangat jelas dalam melindungi iklim kerja yang sehat dan bebas narkoba.

Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa Muba tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menaruh perhatian besar pada perlindungan jiwa dan masa depan warganya dari ancaman narkotika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *