Tekan Karhutla di Muba, Brigjen TNI Asril Tanjung Koordinasi dengan BPBD: 148 Kejadian Tercatat, Patroli dan Posko Diperketat
SEKAYU, MUBA – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus diintensifkan. Sebagai langkah penguatan sinergi, Brigjen TNI Asril Tanjung melakukan kunjungan koordinasi langsung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin.Kepala Pelaksana BPBD Muba, Marko Susanto, memaparkan kondisi terkini peta kerawanan dan sebaran titik panas di wilayahnya.
oplus_2[/caption]
width=”2560″ height=”1920″ class=”alignnone size-full wp-image-8374″ />
Menurutnya, terdapat beberapa wilayah yang menjadi perhatian khusus karena memiliki intensitas kejadian yang tinggi.”Kecamatan Lais, Bayung Lencir, Tungkal Jaya, dan Batang Hari Leko merupakan daerah-daerah yang memiliki banyak titik spot karhutla saat ini,” ungkap Marko Susanto saat memberikan paparan situasi.Berdasarkan data rekapitulasi terkini dari Pusdalops BPBD Muba, saat ini tercatat ada 148 lokasi kejadian karhutla di seluruh Kabupaten Musi Banyuasin, dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 228 hektare (Ha). Dari total tersebut, sebanyak 58 lokasi kebakaran telah berhasil ditanggulangi dan dipadamkan oleh tim gabungan di lapangan.

Adapun rincian sebaran 148 lokasi kejadian karhutla per kecamatan di Kabupaten Muba adalah sebagai berikut:Kecamatan Lais: 37 lokasiKecamatan Sungai Keruh: 30 lokasiKecamatan Bayung Lencir: 20 lokasiKecamatan Sekayu: 20 lokasiKecamatan Batang Hari Leko: 11 lokasiKecamatan Sanga Desa: 6 lokasiKecamatan Lalan: 6 lokasiKecamatan Lawang Wetan: 6 lokasiKecamatan Sungai Lilin: 4 lokasiKecamatan Plakat Tinggi: 3 lokasiKecamatan Keluang: 3 lokasiKecamatan Tungkal Jaya: 2 lokasiKecamatan Babat Supat: 2
lokasiStrategi dan Upaya Penanggulangan KomprehensifGuna meredam perluasan dampak karhutla, BPBD Muba bersama TNI, Polri, dan instansi terkait telah menjalankan serangkaian aksi nyata yang terbagi dalam tiga fokus utama:1. Langkah PencegahanSosialisasi dan Edukasi: Memberikan pemahaman masif kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla serta cara pencegahannya, khususnya di kecamatan-kecamatan yang masuk dalam zona rawan.Patroli Mandiri dan Terpadu: Menggelar patroli bersama yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, instansi teknis, dan elemen masyarakat untuk memantau kondisi lahan secara berkala.
Apel Kesiapsiagaan Sarpras: Melaksanakan apel persiapan sarana prasarana lintas sektor (Kabupaten, Provinsi, dan Swasta), serta penandatanganan komitmen bersama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Muba.2. Kesiapsiagaan di LapanganPembentukan Tim Siaga: Tim khusus dibentuk untuk melakukan pemantauan hotspot, groundcheck (pengecekan lapangan), dan penanganan cepat di 15 kecamatan rawan.
Pengadaan dan Perawatan Alat: Melakukan pengadaan alat pemadam kebakaran baru serta perawatan rutin pada peralatan yang sudah ada agar selalu siap pakai.Sistem Peringatan Dini: Mengaktifkan sistem deteksi dini cuaca dan titik panas untuk memberikan peringatan cepat kepada masyarakat jika potensi kebakaran meningkat.Kemitraan Swasta: Menjalin kerja sama erat dengan perusahaan dan lembaga terkait demi mendapatkan dukungan taktis dan bantuan logistik saat penanganan bencana.
3. Manajemen Posko KomandoPosko Induk Siaga Karhutla (Sekayu): Berpusat di Sekayu dengan menyiagakan 4 regu piket yang standby penuh selama 24 jam. Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi dengan peralatan dan kendaraan taktis lengkap.Pos Komando Kecamatan: Posko Penanggulangan Darurat Bencana Asap akibat Karhutla didirikan di 15 kecamatan rawan.
BPBD menempatkan 2 hingga 5 personel di tiap pos untuk mempercepat jangkauan penanganan awal. Di setiap posko ini, bersiaga pula perwakilan dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan setempat.Sinergi kuat antara jajaran TNI dan BPBD ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman di sisa lokasi kebakaran, sekaligus memperketat pengawasan agar tidak muncul titik api baru di wilayah Musi Banyuasin.



