Refleksi 30 Tahun Tragedi Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Muba Gelar Doa Bersama hingga Beri Penghargaan Pejuang Partai

SEKAYU — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar peringatan refleksi 30 tahun peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) pada Jumat malam (31/07/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting untuk merawat ingatan sejarah perjuangan partai sekaligus menegaskan komitmen “Menolak Lupa”.

Acara berlangsung semakin hidup dan tertata anggun di bawah panduan Master of Ceremony (MC) Yohandes Jay, mantan penyiar Radio Dangdut Indonesia Sekayu yang juga merupakan wartawan dari AQJNews.com.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Muba, M. Yamin, S.H., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus serta panitia yang telah bergotong-royong menyukseskan gelaran acara.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Muba yang telah bekerja keras sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. Melalui kegiatan ini, kita menegaskan sikap bahwa kita menolak lupa akan peristiwa kelam Kudatuli yang menjadi tonggak sejarah perjuangan demokrasi partai,” tegas M. Yamin.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan, Susanto Aziz, S.H., yang hadir mewakili Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya memahami nilai-nilai ideologi dan keberanian para pejuang partai pada masa itu untuk diwariskan kepada generasi penerus.

Rangkaian Acara Khidmat dan Sarat Makna

Seluruh rangkaian agenda Pendidikan Politik, Doa Lintas Agama, hingga Peringatan Tragedi 30 Tahun Kudatuli diisi dengan beragam kegiatan yang menggugah semangat kebangsaan, antara lain:

Doa Bersama Lintas Agama: Wujud rasa syukur, penghormatan spiritual bagi para pejuang, serta doa untuk keselamatan bangsa yang dipimpin oleh para pemuka agama.

Baca Juga :  KONI Muba Deadlock, H. Tubagus Sulaiman: Demi Kondusivitas, Kita Kembalikan ke AD/ART

Pemutaran Film Dokumenter Kudatuli: Sinema refleksi 30 tahun peristiwa 27 Juli 1996 yang menggambarkan perjuangan menegakkan keadilan dan demokrasi.

Kesaksian Sejarah Kudatuli: Pemaparan langsung pengalaman perjuangan oleh para saksi dan pelaku sejarah, yakni A. Rivai Jakfar dan Gumasti Abu.

Dialog Interaktif: Diskusi mendalam yang dipandu oleh Yakup Supriyanto selaku moderator.

Melalui dialog dan refleksi tersebut, seluruh kader kembali diingatkan bahwa kebebasan dan demokrasi yang dinikmati saat ini bukanlah hadiah, melainkan buah dari perjuangan, pengorbanan, dan tetesan darah para pejuang. Api perjuangan Kudatuli diharapkan terus menyala di dalam dada setiap kader bangsa.

Penghargaan Bagi Para Pejuang Partai

Sebagai bentuk penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengorbanan masa lalu, DPC PDI Perjuangan Musi Banyuasin memberikan penghargaan khusus kepada para tokoh pejuang partai, yaitu:

(Alm.) Mustopa Hansariah
A. Rivai Jakfar,Gumasti Abu,Kastaja

Dihadiri Tokoh Penting dan Elemen Masyarakat

Malam peringatan ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting partai, pejabat publik, hingga perwakilan akademisi. Tampak hadir di antaranya:

Susanto Aziz, S.H. (Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Sumsel)

Susy Imelda Frederika dan Beni Hernedi (Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan)

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Muba serta tokoh-tokoh senior partai.

Seluruh fungsionaris DPC PDI Perjuangan Muba dan pengurus PAC se-Kabupaten Musi Banyuasin.

Perwakilan institusi akademisi dari Institut Rahmania Sekayu dan Politeknik Sekayu.

Tokoh masyarakat, narasumber dialog, serta seluruh kader bangsa yang mengikuti jalannya acara hingga usai dengan penuh semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *