Peristiwa 17 April: Peringatan Hari Hemofilia Sedunia, Ketahui Gejala dan Penyebabnya
setiap tanggal 17 April, masyarakat dunia memperingati Hari Hemofilia Sedunia. Peringatan ini dilakukan untuk mengingatkan orang-orang di seluruh dunia akan penyakit hemofilia dan juga menggalang dana untuk penelitian serta keperluan terkait lainnya.
Hari Hemofilia sendiri diinisiasi oleh The World Federation of Hemophilia (WFH). Tanggal 17 April dipilih karena merupakan hari ulang tahun pendiri lembaga tersebut, Frank Schanabel, yang lahir pada 17 April 1963. Adapun tujuan dari peringatan ini, yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap hemofilia atau kelainan pendarahan genetik lainnya.
Hemofilia sendiri merupakan gangguan pendarahan yang diakibatkan oleh kurangnya protein faktor pembekuan darah dalam tubuh. Dalam tubuh manusia terdapat sekitar 13 macam faktor pembekuan yang bekerja sama dengan trombosit untuk membekukan darah. Jika salah satu faktor berkurang, proses pembekuan darah akan terganggu.
Lantas, apa penyebab hemofilia dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari The World Federation of Hemophilia:
Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor VII dan IX. Biasanya, orang yang menderita gangguan ini akan mengalami pendarahan cukup lama. Hal tersebut disebabkan penyakit keturunan yang umumnya terjadi pada pria. Ada beberapa jenis hemofilia yang kerap dialami penderita, di antaranya:
Hemofilia A
BACA JUGA:
Ikan Blue Marlin Jadi Ikon Kabupaten Pangandaran, Begini Asal Usulnya
Sejarah 25 Mei 1983 : Hari Anak Hilang Nasional
Hemofolia A atau yang biasa disebut hemofilia klasik terjadi bukan karena faktor genetik. Menurut National Hemophilia Foundation, ada sekitar 1/3 hemofilia jenis A terjadi secara mendadak atau spontan tanpa adanya faktor keturunan.
Jenis Hemofilia A biasanya terjadi saat tubuh kekurangan faktor pembekuan darah VII yang umumnya terkait kanker, kehamilan, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Selain itu, gangguan ini terjadi berkaitan dengan penyakit lupus dan rheumatoid arthritis.
Hemofilia B
Hemofilia tipe B bisa terjadi karena tubuh kekurangan faktor pembekuan darah IX. Umumnya, gangguan ini diwariskan oleh ibu, tetapi bisa juga terjadi ketika gen berubah atau bermutasi sebelum bayi lahir.
Jenis hemofilia ini banyak ditemukan kasus kejadiannya, meski tidak sebanyak hemofilia A. Setidaknya, penyakit ini ditemukan pada 1 dari 25.000 bayi laki-laki.
Hemofilia C
Kasus hemofila C tergolong amat jarang ditemukan. Biasanya, kondisi ini disebabkan tubuh kekurangan faktor pembekuan darah XI. Selain itu, tipe hemofilia ini susah didiagnosis karena pendarahannya berlangsung cukup lama.
Dikutip dari Hemophilia Federation of America, gangguan ini terjadi pada 1 dari 100.000 orang. Hal ini membuat hemofilia C termasuk langka dibanding jenis hemofila A dan B.
sumber berita
https://www.merdeka.com/jateng/17-april-peringatan-hari-hemofilia-sedunia-ketahui-gejala-dan-penyebabnya-kln.html



