Pesan Pejabat Bupati Musi Banyuasin Di hari ulangtahun IDI ke -72

AQJ news.com
Pejabat Bupati Musi Banyuasin Drs H Apriyadi Msi menyampaikan pesan di Hari ulang tahun IDI ke 72 kepada Seluruh dokter di Indonesia dan khususnya di kabupaten Musi Banyuasin saat acara Bakti Sosial gerakan donor darah serentak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kabupaten Muba, yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Drs H M Tabrani Rizki, bertempat Aula RSUD Sekayu Selasa (25/10/2022)

Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Drs H M Tabrani Rizki Menyampaikan pesan Pejabat Bupati Musi Banyuasin bahwa
Sebagai wadah dari para Dokter Indonesia tahun ini IDI telah memasuki Usia Yang ke 72 tahun.

Dalam menapak usia ke-72 tahun ini, saya Melihat catatan perjuangars IDI sangat panjang, Bukan hanya dalam memadukan segenap potensi dokter di Indonesia khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin, meningkatkan harkat, martabat, kehormatan diri, dan profesi kedokteran, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, tapi yang sangat mulia adalah meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia terkhusus bagi Masyarakat di Kabupaten Musi Ujarnya

“Saya yakin dalam perjuangan panjang itu, IDI tidak bisa sendirian. IDI berada dalam ekosistem yang di dalamnya ada lembaga pendidikan, ada profesi-profesi lain, ada industri, dan sebagainya. Ini memerlukan sinergi dan kerja sama yang erat sehingga tercapai apa yang Menjadi tujuan IDI akan Bisa Tercapai.

lebih lanjut bekerja dalam ekosistem kesehatan, sudah saatnya kita menghilangkan egosentrisme lembaga. tidak ada lembaga yang lebih penting dari yang lain. tidak ada lembaga yang lebih super dibandingkan yang lain. semuanya penting, semuanya super, jika masing-masing mau bekerja sama.

Ditambahkannya pandemi ini memberi banyak pelajaran kepada kita semua. memberi banyak pelajaran kepada kita semuanya. kita semakin tahu kelemahan-kelemahan yang harus segera kita perbaiki. karena itu, situasi sulit yang sedang kita hadapi, sebagai momentum untuk melakukan transformasi
termasuk dalam Trasnformasi sistem kesehatan di negara kita, dalam reformasi sistem kesehatan, kita harus memperkuat sisi pencegahan.ungkapnya

Baca Juga :  Diduga nama Ketua Baznas , di Masuk Jadi Tim Pemenangan Toharo ini Tanggapannya

“Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat adalah yang utama. Untuk promotif dan preventif, dukungan dari sektor nonkesehatan, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, dan dukungan dari organisasi sosial keagamaan sangatlah dibutuhkan. Tetapi, pada saat yang sama, penguatan kapasitas SDM (sumber daya manusia)

kesehatan, pengembangan rumah sakit dan balai-balai kesehatan, serta industri obat-obatan dan alat-alat kesehatan haruslah terus kita lakukan. Selama pandemi COVID-19 ini, telah banyak inovasi yang dikembangkan oleh para

peneliti, para inovator di dalam negeri: termasuk dalam transformasi sistem kesehatan di negara kita, palam reformasi sistem kesehatan, kita harus memperkuat sisi pencegahan. Orientasi pada pencegahan penyakit dan

pola hidup sehat adalah yang utama. Untuk
promotif dan preventif, dukungan dari sektor nonkesehatan, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, dan dukungan dari organisasi sosial keagamaan sangatlah dibutuhkan. Tetapi, pada saat yang sama, penguatan

kapasitas SDM (sumber daya manusia)
kesehatan, pengembangan rumah sakit dan balai-balai kesehatan, serta industri obatobatan dan alat-alat kesehatan haruslah terus kita lakukan, harapnya

Selama pandemi COVID-19 ini, telah banyak inovasi yang dikembangkan oleh para peneliti, para inovator di dalam negeri: rapid diagnostic test, emergency ventilator, mobile lab biosafety yang dilengkapi dengan PCR (polymerase chain reaction), Penggunaan artificial intelligence untuk penegakan diagnosis COVID-19, dan aplikasi Covid Track untuk membantu dokter memantau mobilitas pasien serta kita mempercepat clinical trial dan produksi massal Vaksin Merah.

Pandemi menjadi momentum bagi kita untuk menguatkan ketahanan kesehatan (health security) dan kapasitas pelayanan kesehatan. Kita harus melakukan cara-cara luar biasa untuk mengeliminasi penyakit menular dan penyakit tidak menular, penurunan stunting, imunisasi lengkap bayi. Kita juga harus memperluas kesempatan generasi muda kita untuk menjadi dokter, utamanya dokter Spesialis, untuk meningkatkan kualitas

Baca Juga :  Sosialisasi Kesejahteraan Masyarakat Dilaksanakan di Kecamatan Jirak Jaya-Rabu-26-Februari-2025

kesehatan di seluruh pelosok negeri. Karena itu, saya berharap IDI menjadi bagian dalam gerbong reformasi sistem kesehatan, Keberhasilan reformasi ini tidak ditentukan oleh kerja pemerintah semata. Tapi memerlukan dukungan penuh dari organisasi profesi dan juga masyarakat. Saya yakin dengan semangat kolaborasi maka transformasi sistem kesehatan akan bisa kita lakukan. Dan segera membawa manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin menjadi masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Dirgahayu Ikatan Dokter Indonesia ke72 Tahun 2022, “Berbakti Untuk Negeri Mengabdi Untuk Rakyat Satu IDI terus Maju”, tutupnya

Sementara itu pada kesempatan yang sama Direktur RSUD Sekayu dr H Azmi Dariusmansyah MARS di dampingi Ketua IDI Musi Banyuasin dr Ikhsan Menyampaikan Trima kasih kepada semua Semua Pendonor pada hari ini semoga menjadi jembatan Awal dalam meningkatkan kolaborasi dengan Seluruh komponen ikatan dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Musi Banyuasin dalam berbagai program secara berkesinambungan dan Lebih baik lagi dalam terwujudnya derajat kesehatan masyarakat.ungkapnya

Sebagian informasi gerakan donor darah serentak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kabupaten Muba diikuti Seluruh Dokter SE Musi Banyuasin serta Tenaga kesehatan di beberapa puskesmas serta Polri dan Bayangkari, Kegiatan hari ini sampa jam 2 siang dengan total Pendonor mencapainya 125 kantong darah.jay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *