KONI Muba Deadlock, H. Tubagus Sulaiman: Demi Kondusivitas, Kita Kembalikan ke AD/ART

Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Ranggonang, Sekayu, Senin (20/7/2026), berakhir deadlock

Agenda krusial yang diharapkan menjadi pijakan arah kebijakan olahraga Muba ini harus dihentikan sementara akibat tidak tercapainya kesepakatan dalam forum persidangan.

Soroti Dualisme Mandat dan Mekanisme AD/ART

Ketua Caretaker KONI Muba, H. Tubagus Sulaiman, S.H., M.H.membenarkan bahwa dinamika dalam persidangan berjalan sangat ulet hingga belum membuahkan hasil akhir sesuai koridor aturan.

“Pada hari ini belum mencapai kesepakatan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Berdasarkan pasal-pasal di dalamnya, kita harus menyesuaikan dengan kesepakatan bersama. Apabila tidak ditemukan titik temu melalui voting, demi menjaga ketentraman dan kondusivitas, kami putuskan untuk deadlockterlebih dahulu,” tegas Tubagus.

Terkait isu panas mengenai mandat ganda

dari sejumlah cabang olahraga (cabor) yang hadir, pihak pimpinan sidang menegaskan pentingnya konsistensi aturan. Pihaknya akan tetap mengembalikan seluruh penyelesaian sengketa mandat tersebut pada ketentuan AD/ART organisasi.

Saat dikonfirmasi mengenai batas waktu penundaan (*deadlock*) ini, Tubagus menyebutkan belum ada tanggal pasti. Pihaknya memilih melihat situasi agar kondisi di lapangan kembali dingin dan kondusif.

Nasib Atlet Muba Jadi Taruha

Tubagus menjelaskan bahwa masa baktinya sebagai Caretaker dibatasi oleh aturan selama tiga bulan. Jika dalam rentang waktu tersebut belum terbentuk kepengurusan definitif, penunjukan Caretaker berikutnya—baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi—akan diinformasikan kembali.

Meski demikian, ia tak menutupi rasa keprihatinannya atas dinamika yang terjadi. Belum terpilihnya Ketua Umum KONI Muba definitif dinilai berpotensi merugikan para atlet.

“Sebenarnya yang paling dirugikan dengan belum adanya Ketua KONI terpilih adalah nasib para atlet. Kami sangat berharap ke depan KONI Muba bisa lebih baik lagi, proses pembinaan atlet terus berjalan tanpa hambatan, dan prestasi olahraga Musi Banyuasin dapat kembali ditorehkan di tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Baca Juga :  Dua Generasi Muba Raih Penghargaan Lomba Karya Tulis Jurnalistik 2026 SEKAYU –

Meskipun pembukaan dan dinamika awal berjalan hangat, ketegangan antarpeserta sidang mengenai keabsahan vooter dan tata tertib membuat forum tak bisa berlanjut hingga tuntas. Publik dan insan olahraga Muba kini hanya bisa menunggu langkah taktis selanjutnya dari tim Caretaker dan KONI Sumsel untuk menuntaskan polemik ini demi keberlanjutan prestasi para atlet.

Rakerkab KONI Muba 2026 ini sebenarnya dihadiri oleh jajaran penting antaranya:H. M. Aliandra Pati Gantada, S.H., M.Hum. (Ketua Harian KONI Sumatera Selatan)
Dr. M. Fariz, S.S.T.P., M.M.(Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Muba)
Seluruh jajaran pengurus KONI Muba serta perwakilan Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) se-Kabupaten Muba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *