Kolaborasi Melayani Indonesia
AQJ news.com
*Istora Senayan Jakarta* adalah arena olahraga yang telah dibangun sejak 24 Agustus 1962, memiliki kapasitas kurang lebih 7.200 kursi. Tetapi, ada puluhan ribu pasang mata menyaksikan acara puncak peringatan hari jadi PKS yang ke 20. Secara kapasitas, ruang istora hanya menampung 7 ribu penonton, tetapi esensinya ada ratusan ribu bahkan jutaan warga Indonesia menyaksikan perhelatan puncak peringatan hari jadi PKS tersebut. Tentu saja, kader PKS dapat menyaksikan melalui 7 layar besar diseputar istora senayan dan livestreaming melalui media sosial seperti facebook, Youtube, dan Instigram.
*Pada hari itu*, Ahad, 29 Mei 2022 saya termasuk salah seorang yang berkesempatan hadir secara langsung menyaksikan perhelatan bersejarah tersebut. Perhelatan yang mengharukan, sebab masa pendemi dua tahun yang menyebabkan tidak diperbolehkanya kerumunan masa. Deksripsi acara dari awal hingga akhir acara mempunyai konten yang sangat berbobot. Baik konten rekretif maupun konten acara politisnya.
Konten rekratif yang juga mengandung kolaborasi dari berbagai suku anak bangsa di tanah air. Mulai tarian Aceh, hingga Papua. Artikulasi corak tarian khas dari berbagai daerah di tanah air dapat diterjemahkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam orasi politiknya ,” *Kita tidak bisa menyatukan asal usul, suku daerah. Tetapi, kita dapat menyatukan tujuan kita yakni meraih kemerdekaan hakiki berupa keadilan untuk semua*.
PKS satu satunya partai yang memberikan kesempatan kepada tokoh politik nasional dari berbagai partai untuk berbicara forum kader partai. Tradisi yang dibangun PKS ini sejalan dengan tema yang diusung oleh PKS yakni Kolaborai Melayani Indonesia ( KMI). “ Bangsa Indonesia yang besar ini, tidak bisa dikelolah oleh satu kelompok saja. Seluruh elemen anak bangsa harus berkolaborasi untuk membangun Indonesia,” jelas Ketua Majelis Syuro PKS Habib *Dr. Salim Segaf Al-jufri*. PKS mencoba untuk mempraktekkan “ Kolaborasi Melayani Indonesia” tidak hanya dalam tataran konsep, tetapi secara praktis dapat dipraktekkan sedini mungkin. Bahkan, PKS mampu memberikan contoh tersebut dalam puncak #Milad20PKS tersebut. Mungkinkah langkah PKS ini menjadi mainstream serta diikuti oleh partai-partai lainya ? waktulah menjawabnya.
Secara praktis, Konsep Kolaborasi Melayani Indonesia yang diusung oleh PKS adalah dengan memperbesar ruang kesamaan, sekaligus memperkecil ruang perbedaan. “mencari titik temu setiap elemen masyarakat sehingga terwujud kerjasama dalam melayani Indonesia,” terang Presiden PKS H Akhmad Syaikhu. Oleh karenanya, PKS dalam beberapa kesempatan terus mengaungkan silaturahim dengan berbagai elemen bangsa.
Program silaturahim kebangsaan yang digaungkan oleh PKS dalam beberapa tahun silam merupakan potret dari ide dasar dari Kolaborasi Melayani Indonesia. Tentu saja, program silaturahim kebangsaan yang digulirkan oleh PKS tidak hanya dibatasi level pusat, tetapi menjadi program hingga ke daerah-daerah di Indonesia.
Beberapa tokoh politik nasional yang hadir serta memberikan pidato politiknya baik secara langsung maupun melalui video. Pertama, Menteri Pariwisata dan Kreatif Indonesia Salahudin Uno. Kedua, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Ketiga, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Keempat, Ketua Umum Nasem Surya Paloh. Kelima, Ketua Umum Golkar Airlanga Hartanto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Masing-masing tokoh mempunyai kesan dan pesan tersendiri terhadap PKS. Mulai dari urgensinyanya ajakan ikhtiar 0 % Presidential Treshold ( PT ), hingga mengagas koalisi. Tidak sedikit pula, beberapa petinggi partai lainya memberikan apresasi terhadap kinerja PKS di pentas nasional.
PKS yang pernah berada dalam pemerintahan SBY salama 10 tahun, dan PKS juga berada diluar pemerintahan selama 10 tahun. PKS sudah capek berada diluar pemerintah, “Pada tahun 2024, PKS akan mengusung Capres dan Cawapres yang bakal menang*.” Ujar Sekjen DPP PKS Habib Aboe Bakar Al-habsy.
*PKS Usung Capres Yang Bakal Menang*
Di parlemen, PKS menargetkan perolehan suara atau kursi sebanyak 15 % pada Pemilu 2024 mendatang. Oleh karenanya, strategi PKS yang tidak mau lebih awal umumkan capres dan cawapres pada Pemilu 2024 mendatang untuk menghindari kuncian mitra koalisi. PKS tidak ingin koalisi yang justru mengamputasi nilai-nilai strategis yang dimiliki PKS. PKS tidak ingin terulang koalisi 2019 terulang, PKS tidak mendapatkan posisi sebagai Cawapres. Bahkan, PKS yang bergerak sibuk dalam usaha pemenangan capres-cawapres, malah PKS yang ditinggalkan.
Dari awal masuk Istora Senayan, Anies Baswedan terus diteriak oleh kader-kader PKS sebagai Presiden. Gemuruh para kader PKS menyebutkan Anies Baswedan sebagai presiden bukan berarti PKS secara otomatis mendukung Anies. Meskipun, Anies membawakan pantun yang viral tersebut, “ *sepeda Habib salim melaju kencang di jalan, Habib Abu Bakar dan Bang Syaikhu mengikuti naik kendaraan, Bersama PKS kemarin penuh dengan kenangan, Kembali bersama PKS esok penuh dengan harapan*,”.
Sekjen DPP PKS Habib Abu Bakar dalam berbagai media kembali menjelaskan bahwa strategi PKS menyimpan nama yang akan diusung menjadi Capres 2024 untuk mematangkan kemenangan. PKS tidak terpaku pada satu figure atau capres tertentu. Bahkan, Habib Aboe Bakar secara gamblang menyebutkan beberapa nama yang saat ini mempunyai dayat tarik bagi masyarakat Indonesia seperti Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri BUMN Erik Tohir, Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY), Airlangga Hartanto, Cak Imin dan lain sebagainya.
Sikap PKS yang terus mempertimbangkan nama-nama capres tersebut merupakan strategi baru PKS. PKS telah memberikan ruang yang sangat besar untuk berkoalisi dengan anak bangsa manapun. Dua aspek utama yang menjadi pertimbangan PKS dalam berkoalisi yakni kesamaan visi dan dapat bekerjasama. Dua poin tersebut merupakan krieria yang akan diusung oleh PKS pada Pemilu 2024 mendatang. Tentu saja, kesemuaan putusan tersebut melalui proses syuro-syuro di Majelis Syuro PKS yang diketuai oleh Dr. Salim.
Habib Dr. Salim sebagai pembicara terakhir dalam puncak #Milad20PKS tersebut mempunyai pesan penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. *Pertama*, beliau mempunyai usulan agar peran dan posisi presiden mendatang harus diperkuat. Bahkan, beliau mengusulkan agar Pilkada di daerah ditiadakan untuk efektifitas dan efisien anggaran. Berikan kesempatan presiden menunjuk para pejabat daerah. *Kedua*, jangan ada lagi anak bangsa mengaku-ngaku lebih Pancasilais dari pada yang lain. Pancasila bagi anak bangsa sudah menjadi kesepatan bersama. Dua poin pokok yang disampaikan oleh Dr. Salim tersebut tentu saja mencerminkan upaya kolaborasi melayani Indonesia, kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat bangsa.
Penulis
Oleh : Musheni,S.Pd.I*
*Ketua Umum PKS Musi Banyuasin 2020-2025*



