Lestarikan Budaya Lokal, Kesenian Senjang Meriahkan Perpisahan Angkatan 43 MAN 1 Musi Banyuasin
SEKAYU, MUSI BANYUASIN – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti acara perpisahan siswa kelas XII Angkatan 43 MAN 1 Musi Banyuasin (Muba). Ada yang istimewa dalam perayaan tahun ini; alunan sastra lisan khas Bumi Serasan Sekate, yakni kesenian Senjang, menjadi bintang utama yang memukau ratusan pasang mata yang hadir.

Senjang, kesenian tradisional asli suku Musi berupa penuturan pesan melalui irama musik, dibawakan dengan apik sebagai bentuk penghormatan sekaligus kado perpisahan bagi para kakak kelas yang akan melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi.

Kebanggaan Generasi Muda Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah aksi dari M. Yoshio Arabi dan Melati, siswa-siswi kelas XI MAN 1 Muba. Tampil di hadapan jajaran guru, wali murid, dan rekan-rekan sejawatnya, Yoshio mengaku sempat merasakan ketegangan luar biasa sebelum naik ke atas panggung.”Awalnya saya merasa sangat gugup.
Namun, begitu mulai bersenjang, saya berusaha menyesuaikan diri dengan irama dan suasana. Saya merasa sangat bangga bisa tampil dan melestarikan budaya daerah kita di acara sepenting perpisahan Angkatan 43 ini,” ungkap Yoshio dengan raut wajah bahagia usai tampil.
Dukungan Penuh Pihak SekolahKeberhasilan penampilan seni ini tidak lepas dari tangan dingin para pendidik. Yoshio dan tim menyampaikan apresiasi mendalam kepada pelatih serta guru pembimbing, Ibu Desi, yang telah melatih mereka dengan sungguh-sungguh hingga mampu memberikan performa terbaik.Kepala MAN 1 Musi Banyuasin, Bapak Muhammad Yamin, S.Pd., M.Pd., menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah.
Di bawah kepemimpinannya, MAN 1 Muba tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga menyediakan wadah bagi kreativitas siswa di bidang kesenian.”Kami mendukung penuh kegiatan kesenian seperti Senjang ini.
Fasilitas pendukung telah kami sediakan agar bakat-bakat siswa dalam menjaga warisan budaya Muba tetap terasah. Ini adalah bagian dari pembentukan karakter siswa MAN 1 Sekayu,” ujar Muhammad Yamin.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan
Kemeriahan acara ini turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan
Yayan, S.E., M.M yang hadir di lokasi. Beliau tampak tersenyum lebar dan sangat terhibur melihat kepiawaian para siswa.
Kehadiran pejabat daerah ini seolah menegaskan bahwa regenerasi pelestari seni di Musi Banyuasin, khususnya di MAN 1 Sekayu, berjalan dengan sangat baik.Senjang: Lebih dari Sekadar HiburanSenjang bukan sekadar rangkaian kata tanpa makna.
Sebagai kesenian lisan yang melibatkan rima dan irama, Senjang berfungsi sebagai media penyampai pesan, nasihat, hingga ungkapan kegembiraan.
Penggunaan bahasa daerah asli membuat Senjang menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara generasi tua dan muda.Dengan hadirnya Senjang di acara perpisahan ini, MAN 1 Sekayu membuktikan bahwa kemajuan zaman tidak harus melupakan akar budaya.
Harapannya, para alumni Angkatan 43 tetap membawa identitas budaya Musi Banyuasin ke mana pun mereka melangkah.



