Banyak Kerbau Mati ini yang di laksanakan dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) OKI,

Tim AQJ news.com Menelusuri Berita yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) banyaknya Binatang kerbau mati dan berbunyi suara ngorok.

Kami tim AQJ mendatangi Daerah kabupaten oki Lubuk ketepeng Beberapa hewan ternak khususnya Kerbau mengalami sakit, Sabtu 13 April 2024

Saat kami hubungi melalui WhatsApp messenger Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) OKI, Dedi Kurniawan membenarkan bahwa banyaknya kematian Kerbau di Kabupaten OKi

Berdasarkan Out Break Investigasi Penyakit Septikemia Hemoragik diduga penyebab kematian ternak Kerbau Pampang tahun 2024 Kabupaten Ogan Komering ilir

drh. Wahyu Tri Utomo

Kasus kematian ternak kerbau pampangan mulai tanggal 15 Maret s/d 6 April
2024 di Desa Bukit Batu Kec. Air Sugihan dan Desa Riding, Kec. Pangkalan
Lampam; dan Desa Semudim, Kec. Jejawi, Kab. Ogan Komering Ilir, Prov. Sumatera
Selatan

Jumlah kematian sebanyak 410 ekor dengan total populasi 3.970 ekor di
wilayah kejadian kematian ternak kerbau pampangan (Kec. Air Sugihan, Kec.
Pangkalan Lampam, dan Kec. Jejawi). Ternak kerbau terancam 8.104 ekor

“Penyakit septicaemia epizootica pada kerbau menyebabkan demam, kerbau berliur dan terdengar ngorok (maka sering disebut sakit ngorok),” katanya

Penyebab oleh agen penyakit kuman pasteurella multocida. Kuman yang menyerang sistem pernapasan secara akut, hingga menyebabkan pendarahan pada salurannya.

“Kerbau yang menderita penyakit ini mengalami kesulitan bernapas dan bahkan mati mendadak. Hewan akan terdengar suara ngorok yang sangat jelas terutama di malam hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut dari tim kami telah bekerja Keras melaksanakan tugas nya

Beberapa hal dan sedang kami lakukan :

Telah dilakukan pengujian laboratorium terhadap dugaan keracunan di Balai Veteriner Lampung yang menunjukkan hasil negatif,Berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan klinis, menunjukkan gejala penyakit SE

Baca Juga :  Sekaligus Hadiri Pelantikan TP PKK Desa di Kecamatan Keluang

Terkait adanya kematian kerbau pasca vaksinasi bisa dipengaruhi karena ternak kerbau sudah terjangkit kuman SE, namun tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit; faktor pembentukan kekebalan tubuh yang belum sempurna karena baru vaksin pertama; dan faktor pemindahan dan lalu lintas dari zona tertular ke zona steril cukup intens, serta faktor adanya investasi parasit darah.

Lebih lanjut Tim di lapangan masih melakukan pengobatan sampai hari ini, libur hanya saat hari Rabu pas lebaran, sekarang sedang di kandang ternak kerbau Desa Deling.untuk memantau Perkembangan.
Kami masih terus bekerja dilapangan oleh petugas kami termasuk observasi dan pemberian vaksin.Ungkapnya

Sebagai Informasi kami tidak menyarankan untuk mengkonsumsi daging hewan yang terjangkit penyakit tersebut.tutupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *