Pangan Murah Lais: Sinergi Pemkab Muba dan Bank Sumsel Babel Ringankan Beban Dapur Warga”
LAIS, MUBA – Di tengah bayang-bayang fluktuasi harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menghadirkan oase bagi masyarakat. Lewat sinergi strategis dengan Bank Sumsel Babel (BSB), PT Muba Energi Maju Berjaya (MEMB), dan Perum Bulog, Pemkab Muba sukses menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang memadati Kecamatan Lais pada Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Sejak fajar menyingsing, antusiasme warga tak terbendung untuk mendapatkan paket sembako berkualitas dengan harga “miring”. Beras SPHP 5 Kg dan Tepung Terigu Segitiga Biru yang biasanya dibanderol Rp74.500, dapat ditebus hanya dengan Rp59.500. Harga istimewa ini terwujud berkat suntikan subsidi nyata sebesar Rp10.000 dari Bank Sumsel Babel serta dukungan PT MEMB subsidi sebesar Rp 5.000

Mewakili masyarakat Lais, Camat lais Heru Kharisma, SIP., M.Si, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran program yang menyentuh langsung dapur warga ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Muba, BSB, PT MEMB, dan Bulog. Kolaborasi ini adalah jawaban nyata bagi kebutuhan masyarakat akan pangan berkualitas namun terjangkau. Kehadiran warga yang membeludak hari ini menjadi bukti betapa program ini sangat berarti bagi kami,” ujar Heru dengan penuh apresiasi.
Senada dengan itu, Bank Sumsel Babel menegaskan perannya bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan motor
Hal ini di sampaikan PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Marzuki, Pemimpin BSB Cabang Sekayu, Irwan Antony S melalui Aprianna” dari pihak bank menyatakan kebanggaannya bisa berkontribusi langsung.
“Melihat senyum masyarakat saat merasakan manfaat program ini adalah kepuasan tersendiri bagi kami. Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk terus menjadi mitra setia pemerintah dalam menjaga daya beli warga dan menekan angka inflasi di Musi Banyuasin,” jelas Aprianna mewakili Pemimpin BSB Cabang Sekayu, Irwan Antony S.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muba, Apriyadi Aziz, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah di Lais adalah bagian dari “benteng” strategi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan.
“Ini adalah langkah taktis untuk memastikan ketersediaan pangan bagi setiap warga. Kami tidak akan berhenti di sini. Sinergi dengan BSB, PT MEMB, dan Bulog akan terus kami perkuat agar program ini berjalan berkelanjutan, tepat sasaran, dan efektif menjaga stabilitas ekonomi rakyat,” pungkas Apriyadi.
Aksi kolaboratif ini menjadi sinyal positif bahwa Pemkab Muba bersama mitra strategisnya berdiri di garda terdepan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pasar global.



