Pemuda Ring 1 Muba Hentikan Operasional PT CEP, Desak Medco dan Disnaker Audit Rekrutmen Tenaga Kerja

AQJnews.com– Puluhan pemuda dan pencari kerja dari Desa Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kembali menggelar aksi dengan menghentikan operasional PT Catur Elang Perkasa (CEP), Senin (20/7/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan perekrutan tenaga kerja dari luar daerah yang dinilai tidak mengutamakan masyarakat sekitar wilayah operasional atau Ring 1.

Massa menilai manajemen PT CEP belum menunjukkan penyelesaian atas tuntutan mereka terkait proses rekrutmen tenaga kerja yang disebut tidak sesuai dengan ketentuan daerah.

Dalam aksi itu, massa juga menghentikan aktivitas armada kerja perusahaan sebagai bentuk tekanan agar tuntutan segera ditindaklanjuti.

Ketua Pemuda Simpang Tungkal, Egi Saputra, mengatakan persoalan tersebut tidak akan muncul apabila informasi lowongan pekerjaan dibuka secara terbuka kepada masyarakat setempat.

“Kalau sejak awal lowongan dibuka secara transparan, aksi seperti ini tidak akan terjadi. Kami meminta Disnakertrans Muba dan Sumsel mengaudit seluruh data tenaga kerja PT CEP. Jika ditemukan pelanggaran, harus ditindak tegas,” kata Egi.

Menurut Egi, pihaknya juga ingin mengetahui dugaan adanya oknum yang diduga berperan dalam masuknya tenaga kerja dari luar daerah.

Sementara itu, massa mengaku memperoleh penjelasan dari pihak Human Resources (HR) PT CEP bahwa perekrutan pekerja dari luar daerah dilakukan untuk memenuhi target pekerjaan agar perusahaan tidak terkena sanksi keterlambatan.

Di sisi lain, HR PT CEP juga disebut menyampaikan bahwa sebagian proses masuknya pekerja dari luar daerah ditangani di tingkat manajemen lapangan. Pernyataan itu memunculkan dugaan adanya mekanisme rekrutmen yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Praktisi hukum Yusri Arafat menilai perusahaan perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh kesempatan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Bupati H M Toha Ungkap Apapun Yang Menjadi Temuan BPK Harus Bisa Diperbaiki Untuk Kedepan

Menurutnya, masyarakat terdampak memiliki hak memperoleh informasi, kesempatan kerja, serta dilibatkan dalam proses yang berkaitan dengan keberadaan perusahaan di wilayah mereka.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain meminta Disnakertrans Kabupaten Musi Banyuasin dan Provinsi Sumatera Selatan melakukan audit terhadap data ketenagakerjaan PT CEP, meminta manajemen Medco Energi membentuk pemeriksaan internal terhadap dugaan pelanggaran proses rekrutmen, mengutamakan tenaga kerja lokal Ring 1, serta menghentikan sementara operasional PT CEP hingga ada penyelesaian yang disepakati.

Massa juga memperingatkan akan melanjutkan aksi dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari perusahaan maupun pemerintah daerah.

Sementara itu arie Wahyudi kordinator filed external relations Medco Corridor saat di hubungi via WhatsApp mengatakan bahwa
belum update masalah nya dan setelah di tanya update belum mendapatkan jawaban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *