Resmi Ditutup, Kerja Sama FH Institut Rahmaniyah Sekayu dan PERADI Siap Hantarkan Calon Advokat Menuju Dunia Peradilan

SEKAYU, AQJnews.com – Rangkaian Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Institut Rahmaniyah Sekayu (IRS) bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) resmi berakhir. Acara penutupan yang berlangsung khidmat pada Sabtu (7/11/2026) ini menandai kesiapan para peserta untuk melangkah ke jenjang profesionalisme hukum yang sesungguhnya.

Kesan mendalam disampaikan oleh Sigit Nugroho, S.H., salah satu peserta PKPA. Mewakili rekan sejawatnya, Sigit mengungkapkan bahwa pelatihan intensif ini memberikan bekal keilmuan yang sangat bernilai bagi masa depan karier mereka.
“Adanya pelatihan PKPA ini tentunya sangat bermanfaat bagi kami untuk mendalami profesi advokat.

Terlebih dengan adanya kerja sama resmi bersama PERADI, kami merasa jauh lebih mantap dan percaya diri untuk melangkah maju menjadi seorang advokat. Pada kesempatan ini, kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama proses pendidikan terdapat kekhilafan dari kami para peserta,” ujar Sigit Nugroho tulus.

Rektor Institut Rahmaniyah Sekayu, Dr. Wandi Subroto, S.H., M.H., dalam sambutannya memberikan motivasi besar serta mengingatkan para peserta agar tidak berpuas diri. Beliau menegaskan bahwa momentum penutupan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal untuk tantangan berikutnya.

Dr. Wandi mendorong agar seluruh peserta segera mempersiapkan diri melanjutkan langkah menuju Ujian Profesi Advokat (UPA) guna meraih legalitas formal sebagai penegak hukum.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Institut Rahmaniyah Sekayu, Dr. Safarudin, S.H., M.H., berharap agar seluruh materi dan pengetahuan yang didapat selama PKPA dapat diserap serta diimplementasikan dengan baik. Dalam pesan penutupnya, ia mengutip pemikiran bijak dari filsuf besar untuk membakar semangat para calon advokat.

“Merujuk pada pandangan Aristoteles, keberanian bukanlah rasa takut yang dipaksakan, melainkan salah satu kebajikan moral (moral virtue) yang berada di posisi tengah (golden mean) di antara dua kutub ekstrem.

Baca Juga :  Pj Bupati Muba Pimpin Langsung Upacara Peringatan Hari Baden Powell ke-167 di Lalan

Semua orang pasti punya rasa takut, namun seorang advokat sejati harus memiliki keberanian moral yang proporsional dalam menegakkan keadilan dan membela kebenaran di ruang sidang,” tegas Dr. Safarudin penuh wibawa.

Dengan berakhirnya PKPA ini, Fakultas Hukum Institut Rahmaniyah Sekayu bersama PERADI kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi baru penegak hukum yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan integritas moral yang tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *