Terus Lestarikan Budaya Sedekah Rami desa kertayu

AQJ news.com Dari tahun – ketahun Sedekah rami di desa kertayu terus menjadi penantian tersendiri warga sekitar karena moment ini di manfaatkan untuk beriteraksi mempererat tali silaturrahmi,Sedekah rami (ramai) atau biasa juga dikenal sedekah lemang adalah sedekah yang dilakukan masyarakat Kertayu dengan cara memasak lemang dan dilakukan secara berkelompok yang nantinya lemang tersebut di bagikan dengan tamu juga di bagikan ke masyarakat sekitar

Dikutip dari kaki bukit sedekah rami bermula saat di Desa Kertayu terkena suatu musibah berupa Aboh (wabah penyakit) muntaber yang mana pada saat itu tidak ada satupun masyarakat Kertayu yang tidak terkena penyakit tersebut dan bahkan banyak masyarakat yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Melihat keadaan meresahkan, masyarakat Desa Kertayu melakukan wangsit mencari petunjuk yang dilakukan melalui pertapaan yang diterima oleh juru kunci atas petunjuk dari Puyang Burung Jauh. Masyarakat diminta untuk melakukan sedekah bumi atau dikenal dengan sedekah rami yang pada saat itu dilaksanakan setelah panen padi dengan membuat makanan berupa lemang.

oplus_2

Dalam kesempatan ini tim aqj news.com mengikuti rangkaian Acara pembagian lemang di awali dengan Berkunjung ke makam Puyang Burung jauh letak Makam nya sekitar 5000 meter dari permukiman warga,makan terletak di pinggiran Sungai keruh di sekitar makam di tubuhi kayu rindang salah satunya kayu rengas.

Sebelum di memasuki area makam pengunjung di sarankan untuk melaksanakan wudhu terlebih dahulu,makam tersebut berdiri sebuah bangunan berukuran 4 x 4 meter yang mengayomi makam punyaang burung jauh.

Kegiatan diareah makam tersebut yaitu mendoakan Puyang Burung jauh.

Puyang Tumamia yang bergelar “Burung Jauh” dianggap oleh masyarakat sebagai seseorang yang kuat dan sekarang makamnya dikeramatkan oleh masyarakat di Desa Kertayu.

Baca Juga :  Mendadak tukang Jagal Warga VBS Kompak Gotong royong Urus kurban

“Puyang Tumamia atau Puyang Burung Jauh yang dikeramatkan oleh penduduk Desa Kertayu merupakan sosok seseorang yang tidak dilahirkan seperti layaknya manusia biasa pada umumnya, dia ditemukan di depan rumah gadis tua di desa ini, yaitu Puyang Rabi’ah kemudian dia dibesarkan oleh Puyang Rabi’ah ini.

Menurut Novalina Mursese dan Desy Misnawati dengan bersumber dari cerita rakyat barai (lama) dikatakan bahwa pada suatu hari saat Puyang Rabi’ah sedang bertenun didalam rumahnya tiba-tiba terdengar suara bayi menangis , kemudian Rabi’ah mengambil bayi tersebut dan dibawanya ke dalam rumah. Bayi tersebut kemudian diberi nama Tumamia dan dirawat dengan baik, bayi itu sudah dianggap oleh puyang Rabi’ah sebagai anak kandungnya sendiri walaupun ia tidak mengetahui asal usulnya.

Tradisi sedekah rami menjadi tradisi yang dilakukan turun temurun dari generasi ke generasi oleh masyarakat Desa Kertayu. Sedekah rami merupakan ritual adat yang dilakukan masyarakat setelah panen padi, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tolak bala serta sebagai sarana mempererat silaturahmi kepada sesama.

Setelah melaksanakan Ziarah kubur di lanjutkan dengan pembagian Lemang untuk masyarakat sekitar dan tamu yang datang setelah itu dilaksanakan doa bersama berharap dengan adanya Sedekah Lemang tersebut di jauhkan dari marah bahaya dan di berikan Rizki yang melipah berupa hasil kebun yang banyak dan terenak yang beranak Pinak.

Pada kesempatan sedekah Rami yang di adakan di desa ketayu di h dihadiri oleh Bupati Musi Banyuasin Toha diwakilkan Asisten I Bupati Muba Ardiansyah, S.E, M.M, Ph.D, Staf Khusus PPA dan Organisasi Alamsyah (Ustadz Coy), Camat Sungai Keruh Dendi Suhendar SE M.Si, Kepala Desa Kertayu Ratna Juwita, serta sejumlah kepala desa dari wilayah Kecamatan Sungai Keruh dan sekitarnya.

Baca Juga :  Boyong keluarga Pj Bupati Salurkan Suara

Asisten I Bupati Muba Ardiansyah, S.E, M.M, Ph.D, menyampaikan bahwa warisan budaya ini dapat terus di lestarikan apalagi terdapat nilai-nilai kebaikan didalamnya, khususnya kaum muda dapat menjaga agar tetap lestari Karena regenerasi di butuhkan agar tetap terjaga dengan baik dan lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *