Yeni Lusmita Sosok Wanita Tangguh Desa Gajah Mati

AQJ News.com
Siapa yang tak kenal dengan wanita yang satu ini Asal Desa Gajah mati, keahliannya dalam meracik obat Herbal mampu memberikan Warna baru dalam dunia usaha Herbal Penyemangat para wanita desa gajah untuk berkarya dia adalah Yeni Lusmita.

Yeni Lusmita menyampaikan bahwa ketertarikannya dengan lingkungan yang asri khususnya tanaman membuatnya ingin lebih tahu banyak sehingga seringkali bertanya dengan orang tua,teman dan juga mencari tahu dengan kemampuan literasi sehingga mampu membuat minuman yang berkhasiat obat.

Yang menjadi penyemangat adalah adanya dukungan Perusahaan yaitu Medco E&P melaksanakan Program Tanaman Obat Keluarga (Toga) di desa saya,dari sinilah saya lebih giat mendalaminya dari tahun 2012 sampai sekarang, ungkapnya melalui pesan singkatnya Senin 10 November 2025

Alhamdulia Sebanyak 15 jenis produk herbal telah dihasilkannya bersama kelompok herbal Kenanga, Desa Gajah Mati, Kabupaten Musi Banyuasin, yang menjadi mitra binaan PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) di Blok Rimau.

Program pemberdayaan masyarakat berupa pemanfaatan toga ini diawali dengan assessment di Desa Gajah Mati, Tabuan Asri, , Babat Banyu Asin dan Tanjung Kerang. Tahap ini merupakan
penjajakan potensi alam serta sumber daya manusia yang ada. Karena potensi keduanya mendukung maka atas keinginan masyarakat, ditindaklanjuti dengan
pelatihan pembuatan mol dan kompos sebagai pupuk organik penanaman toga. Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan pembuatan green house, pengenalan tanaman obat dan manfaatnya.

Dalam kegiatannnya ibu yeni semakin semangat Karena dalam kegiatannya dapat penghasilan tambahan mencapai 5-10 juta paling banyak yang paling tertinggi pengasilan ini yaitu saat pandemi Covid 19 ,dan sekarang masih kisaran 3 Jutaan

Ditambahkannya setelah belajar banyak di mitra binaan PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) di Blok Rimau kami belajar tambahan tanaman Herbal dan Packing yang baik sehingga kami mampu memasarkan sampai Jambi,Linggau,Surabaya,lombok dan kabupaten Musi Banyuasin sendiri

Baca Juga :  Pamit Mancing Berujung Duka, Tim Gabungan Sisir Sungai Cari Keberadaan NK MUBA –

Sementara itu Dikatakan oleh Novita Ambarsari, Officer Relcom & Enhancement Area 2, bahwa program Toga ini memang ingin lebih menyentuh pada ibu-ibu di sekitar wilayah
operasi. Adanya kesulitan akses fasilitas kesehatan seperti Puskesmas masih dirasa kurang optimal, karena tenaga medis yang terbatas.

Dengan program penyadaran obat keluarga, setidaknya hal itu bisa membantu pengobatan penyakit ringan dalam lingkungan terkecil yaitu keluarga masing-masing. Hal ini merupakan salah satu cara utk meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat.

“Ibu Yeni ternyata telah berhasil menyemangati dirinya sendiri dan kelompoknya untuk menekuni
kegiatan TOGA hingga kini akhirnya menjadikan kegiatan ini sebagai penghasilan utama dalam membantu ekomoni keluarganya”, ungkap Novita..

Jika kita berkunjung ke rumah Ibu Yeni, kita akan menemukan berbagai racikan herbal. Tidak hanya dalam bentuk simplisia (bahan obat yang dikeringkan), tapi juga
serbuk herbal dan minuman kesehatan seperti seduhan jahe dan kunyit asam.

Program TOGA dan produk herbal ini juga merupakan salah satu program inovasi dan
andalan dari Medco E&P di Blok Rimau hingga berhasil meraih penghargaan PROPER Emas.dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI. Medco E&P
sendiri dalam melaksanakan kegiatan ini, berkoordinasi dan dimonitor oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

Sebagi informasi bahwa Program Tananaman Obat Keluarga (TOGA) adalah salah satu program pemberdayaan perempuan yang dilaksanakan sebagai salah satu program pemberdayaan
masyarakat PT Medco E&P Indonesia di Sumatera Selatan. Program ini merupakan program pertanian ramah lingkungan yang ditujukan kepada ibu rumah tangga
untuk diaplikasikan di lahan pekarangan. Pengembangan program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan, peningkatan kualitas kesehatan
keluarga, dan sekaligus penghijauan lingkungan. Program ini telah diimplementasikan di lima desa, yaitu: Musi Banyuasin ( 7 desa, 306 orang), Banyuasin (4 desa, 277 orang), Muara Enim (4 desa, 77 orang), Lahat (2 desa, 91 orang), dan Musi Rawas (4 desa, 142 orang)

Baca Juga :  Bupati H M Toha Sampaikan, Peralihan MEP ke PLN ini Sebagai Bukti Nyata Pemkab Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Hal ini membuktikan bahwa Industri hulu minyak dan gas bumi telah banyak berkontribusi bagi pendapatan negara dan daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *