Anggota DPRD Muba Soroti Pelaksanaan CSR PT Hindoli: Dianggap Belum Maksimal, Tuntut Alokasi Lebih Merata dan Transparan

Sekayu, Musi Banyuasin – Pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT Hindoli, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kembali menuai kritik tajam dari lembaga legislatif daerah. Kritikan ini dilayangkan karena kontribusi sosial perusahaan dinilai belum maksimal dalam menyentuh kebutuhan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara merata.

oplus_2

Kontribusi Sosial Belum Maksimal

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muba dari Fraksi PKB, Supriasihatin, secara khusus menyoroti alokasi dana CSR PT Hindoli yang dianggap belum memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan sosial-ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Kritik ini disampaikan Supriasihatin usai melakukan kunjungan kerja dan pemantauan langsung di daerah pemilihannya baru-baru ini. Ia menemukan minimnya dampak signifikan di lapangan, terutama pada sektor penting.

“Berdasarkan laporan dan pantauan kami di lapangan, masih banyak kegiatan masyarakat, baik itu di bidang infrastruktur ringan, pendidikan, maupun pengembangan usaha kecil, yang hingga kini belum terfasilitasi secara optimal,” ujar Supriasihatin.

Ia menekankan bahwa meski upaya perusahaan patut diapresiasi, program-program yang telah berjalan dinilai “belum menyentuh secara merata dan mendalam” di seluruh area terdampak.

Tuntutan Pemerataan dan Transparansi
Anggota dewan tersebut secara spesifik

menuntut adanya transparansi dan pemerataan dalam penyaluran dana CSR. Ia mengingatkan bahwa PT Hindoli, sebagai entitas besar yang memanfaatkan sumber daya alam di Muba, memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk mengalokasikan dana CSR secara proporsional dan terukur dampaknya.

Supriasihatin mendesak agar alokasi tidak hanya berfokus pada kegiatan rutin, melainkan harus diarahkan pada program-program berkelanjutan yang dapat menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, menegaskan pentingnya investasi sosial jangka panjang.

Baca Juga :  Keren! Mahasiswa Asal Muba Lolos Program IISMA ke Irlandia

Fasilitasi Sawit Rakyat dan Respons Perusahaan

Sorotan terkait CSR ini juga mencakup aspek pemberdayaan ekonomi lokal. Supriasihatin menyampaikan harapan agar perusahaan dapat memfasilitasi atau menerima hasil panen sawit dari masyarakat sekitar, sebagai upaya nyata untuk meningkatkan daya serap produk lokal.

Menanggapi sorotan ini, Fadil Legal PT Hindoli menyatakan kesiapan perusahaan untuk mengevaluasi dan memperbaiki penyaluran CSR di masa mendatang guna memastikan program lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Upaya Perbaikan dan Fokus Baru:
Dalam upaya perbaikan, PT Hindoli diketahui telah menjalin kerja sama dengan konsultan Care Peduli. Konsultan tersebut ditugaskan untuk melakukan identifikasi langsung di lapangan, khususnya di tiga kecamatan: Keluang, Tungkal Jaya, dan Sungai Lilin.

Fokus program baru yang dikembangkan antara lain:

Program Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP).
Dukungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pembentukan relawan pengaduan kekerasan berbasis gender.
Pembangunan gedung Intensive Care Unit (ICU) RSUD Sungai Lilin.
Dukungan Porprov 2025 melalui penyiapan venue lapangan sepak bola.Ungkapnya

Kami akan terus-menerus berkomitmen memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat, Serta perusahaan khususnya PT Hindoli selalu Hadir berikan dampak ekonomi masyarakat dan pendapat Asli daerah(PAD) kabupaten Musi Banyuasin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *