Operasi Migas PHR Zona 1 Terdampak Banjir Sumatera, Produksi di Rantau Field Dihentikan Sementara

Prioritaskan Keselamatan dan Gelontorkan Bantuan Darurat di Tengah Status Tanggap Darurat Aceh dan Sumut

Aceh/Sumatera Utara, 28 November 2025 — Bencana banjir dan longsor skala besar yang melanda Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, yang telah ditetapkan sebagai status darurat bencana oleh pemerintah daerah setempat, turut memberikan dampak signifikan terhadap operasi hulu migas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1.

Wilayah operasi PHR Zona 1 di tiga lapangan, yakni PHE NSO Field, Pertamina EP Pangkalan Susu Field, dan Pertamina EP Rantau Field, menjadi area yang terdampak langsung. Bahkan, genangan air setinggi hingga tiga meter pada 27 November 2025 di Aceh Tamiang menyebabkan fasilitas produksi Pertamina EP Rantau Field terendam dan produksinya terhenti sementara karena terputusnya akses dan pasokan listrik.

Keselamatan dan Mitigasi Cepat Jadi Prioritas Utama

General Manager PHR Zona 1, Hari Widodo, menyampaikan keprihatinan atas musibah ini dan menegaskan bahwa keselamatan pekerja menjadi prioritas utama. Sejak awal kejadian, tim PHR Zona 1 telah bergerak cepat melakukan langkah mitigasi, mengevakuasi pekerja yang terdampak, serta memastikan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Kami memastikan seluruh upaya penanganan bencana oleh PHR Zona 1 dilakukan secara optimal dengan bersinergi bersama SKK Migas, pemerintah daerah, BPBD, dan para pemangku kepentingan lainnya,” ungkap Hari Widodo.
Aksi mitigasi nyata telah dilakukan di Pangkalan Susu sejak 25 November 2025, termasuk evakuasi 187 orang ke Bukit Kunci serta perbaikan pagar beton Main Gathering Station (MGS).

Bantuan Darurat Digelontorkan di Tiga Wilayah Operasi

Selain fokus pada operasi, PHR Zona 1 segera menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat di sekitar area operasi. Bantuan disalurkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk pendistribusian menggunakan perahu karet dan helikopter mengingat banyak akses darat yang terputus.

Baca Juga :  PT. MEDCO E&P bersama Polsek Lais Salurkan Bantuan Sembako kepada Masyarakat Kurang Mampu

Lhokseumawe, Aceh Tamiang, dan Langkat: Bantuan logistik didistribusikan berupa 425 kg beras, 480 kg gula, 177 dus mi instan, 103 dus minyak goreng, serta kebutuhan dasar lain seperti obat-obatan, selimut, popok, dan makanan anak/bayi.

Pertamina EP Rantau (Aceh Tamiang): Meskipun fasilitas produksinya terendam, PEP Rantau tetap menyalurkan bantuan melalui Posko Utama Bupati dan desa-desa sekitar berupa bahan pangan, popok bayi, dan minyak kayu putih.

PHE NSO (Lhokseumawe): Telah mendistribusikan bantuan makanan, obat-obatan, selimut, dan popok bayi sejak 27 November 2025 untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
PHR Zona 1 berkomitmen untuk terus membantu dan mendukung program bantuan serta pemulihan masyarakat hingga kondisi kembali pulih, seraya memastikan keberlanjutan produksi energi nasional.

Narahubung: Yulia Rintawati, Senior Officer External Communication PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 (+62 82132004260)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *