Advokasi dan Sosialisasi desa kelurahan layak anak(DEKELA)dan kecamatan Layak Anak (KELANA) kabupaten Musi Banyuasin

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin meallui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak kabupaten Musi Banyuasin melakukan upaya pencegahan perlindungan khusus anak serta Sosialisasi desa kelurahan layak anak(DEKELA)dan kecamatan Layak Anak (KELANA) bertempat di gedung serbaguna Kecamatan Plakat Tinggi Rabu(16/03/2022)

Kepala dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak kabupaten Musi Banyuasin Dewi Kartika,S.E.,M.si, menyampaikan bahwa DEKELA dan KELANA merupakan kebijakan Nasional yang secara bertahap harus dilaksanakan sebagai upaya melaksanakan pemenuhan Hak dan Perlindungan anak di Desa dan kecamatan dimana Desa dan kecamatan sesuai UU perlindungan Anak wajib melaksanakan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak yang terdiri dari Lima Klaster yaitu

Pertama Hak sipil dan kebebasan yakni hak untuk memiliki akte kelahiran, kebebasan memeluk agama dan kepercayaan serta beribadat menurut keyakinan masing-masing.

Kedua Keluarga dan pengasuhan alternatif yakni ketahanan keluarga kita di tengah arus informasi dan ancaman-ancaman bagi anak serta ketidakpahaman orangtua/wali

Ketiga Kesehatan dan kesejahteraan sosial yakni untuk anak-anak telantar dan yang memerlukan perlindungan khusus

Keempat Pendidikan, waktu luang dan kegiatan budaya

Dan yang terakhir yaitu klaster Perlindungan khusus Anak. Dewi mengatakan seandainya 4 klaster Hak anak itu terpenuhi maka kita tidak perlu berhadapan dengan Perlindungan khusus anak Sesuai pasal 59 ayat 1 UU no 35 yaitu anak korban pelecehan seksual, anak korban kekerasan, anak berhadapan dengan hukum, anak korban paham radikal, anak korban HIV, anak penyandang Disabilitas yang menjadi korban Dan kondisi perlindungan khusus lainnya , namun karena dalam pemenuhan Hak nya ada yang kurang seperti pola asuh orang tua, adanya pernikahan anak, anak yang tidak bersekolah lagi di usia wajib belajar dan lain lain persoalan yang akan mengganggu tumbuh kembang anak sehingga anak memerlukan perlindungan khusus kerjasama dari orang tua, keluarga, pemerinth, masyarakat, media massa dan lain lain.tuturnya

Baca Juga :  Lantik Kades Antar Waktu Bayat Ilir, Ini Pesan Pj Bupati Apriyadi

jadi KLA,DEKELA,KELANA itu adalah komitmen dari semua sumber daya yaitu keluarga pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak.

ibu Dewi menegaskan bahwa Anak sebagai tunas, Potensi dan generasi Penerus cita -cita Perjuangan bangsa Memiliki peran strategis ciri dan sifat khusus wajib di lindungi dari segala bentuk prilaku tidak manusiawi yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia, sesuai dengan undangan -undangan nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak
Yang perlu kita ketahui, tutup nya

Sementara itu Camat Plakat Tinggi Yugo falentino,SSTP M.si diwakili sekertaris camat sudarisman S.H M.si mengucapkan trima kasih kepada dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabupaten musi banyuasin yang telah memprogramkan acara ini di kecamatan plakat tinggi.dimana materi yang lengkap dari sisi kebijakan pemerintah, dari sisi pencegahan dan penanganan Anak berhadapan dengan hukum dan siraman rohani dari ustad Muda asal Muba Yanuar Arafat,SPd, M.Ag yang begitu gamblang menjelaskan dalil dalil tentang kewajiban orang Tua, Tetangga dan para pendamping anak dam.melindungi anak kegiatan seperti ini sangat perlu di lakukan untuk meningkatkan Pemahaman menciptakan kondisi layaknya anak.

Ustad Yanuar Arafat, SPdi,M.Ag dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dalam kesempatan
Menyampaikan bahwa banyak pintu menuju surga salah satunya adalah mejaga anak dengan baik

Nabi SAW bersabda: “Seseorang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada ia menshadaqahkan (setiap hari) satu sha.” (HR At-Tirmidzi)

Anak adalah amanah bagi setiap orang tua. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi keduanya untuk mendidik anak tumbuh menjadi orang yang shaleh dan dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya.Setiap orang tua tentu memiliki cara mendidik anak versi masing-masing akan tetapi untuk itu kita mesti kembali ke Dinul islam dengan tuntutan Alquran dan Asunah

Baca Juga :  memperingati hari Bhayangkara Polres Muba adakan Lomba Bulutangkis dan Menebak

Sedangkan untuk Narasumber dari Polres Musi Banyuasin Unit Pelayanan Perempuan dan Anak( PPA) dengan materi ,Penguatan Kapabilitas Anak dan Keluarga: Pencegahan Kekerasan, Penelantaran, dan Eksploitasi terhadap Anak

Dalam paparannya meliputi
Undang-undang Perlindungan Anak menegaskan perlindungan Anak dari kekerasan dan diskriminasi agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dengan baik

Kekerasan, perlakuan salah, penelantaran, dan eksploitasi terhadap anak tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Dengan demikian , kekerasan, perlakuan salah, penelantaran, dan eksploitasi terhadap anak merupakan perbuatan melawan hukum dan bisa dipidanakan.

” Anak laki-laki dan anak perempuan sama rentan untuk menjadi korban atau pelaku kekerasan. Kekerasan, perlakuan salah, penelantaran, dan eksploitasi terhadap anak menpunyai dampak yang jangka panjang dan mempengaruhi kesehatan anak, kemampuan untuk belajar dan kemauannya untuk bersekolah, mengakibatkan anak lari dari rumah, menghancurkan rasa percaya diri anak dan secara fatal kematian.

Keadaan darurat seperti bencana alam dan pandemic Corona Virus (COVID-19) yang dialami saat ini, meningkatkan risiko anak mengalami kekerasan perlakuan salah, eksploitasi atau penelantaran. Paparnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *