Gedung Sekolah Baru GBL Tak Kunjung Buka, DPRD Muba Bergerak Panggil Dikbud

DPRD Muba Segera Panggil Dikbud Terkait Gedung USB GBL Belum Difungsikan
Musi Banyuasin – Polemik belum difungsikannya gedung Unit Sekolah Baru (USB) di kawasan Perumahan Griya Bumi Lestari (GBL), Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Musi Banyuasin.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Andre Septa, yang juga merupakan anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) Sekayu, mengatakan pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muba untuk meminta penjelasan terkait belum digunakannya gedung sekolah yang telah selesai dibangun tersebut.

“Terkait masalah berita tentang bangunan sekolah tersebut yang belum digunakan, kami segera memanggil pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin. Kami ingin mengetahui kenapa bangunan sekolah yang baru dibangun tersebut belum digunakan,” ujar Andre Septa.

Menurutnya, DPRD perlu memastikan apakah belum difungsikannya gedung tersebut disebabkan fasilitas pendukung yang belum lengkap, seperti mobiler, atau terdapat persoalan lain yang membuat sekolah belum dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Apakah terkait belum optimalnya bangunan tersebut, contohnya mobiler belum lengkap, atau ada permasalahan lainnya. Ini yang akan kami tanyakan kepada pihak dinas,” tegasnya.

Andre menjelaskan, pembangunan sekolah di kawasan tersebut sebelumnya memang telah menjadi perhatian DPRD Muba. Bahkan, dalam pembahasan anggaran tahun 2025, baik anggaran induk maupun perubahan, pihak DPRD telah mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar segera membangun sekolah di kawasan GBL.

Menurutnya, pembangunan USB tersebut sangat penting mengingat jarak sekolah yang selama ini tersedia cukup jauh dari permukiman masyarakat.

“Memang kami pada saat rapat Badan Anggaran tahun 2025, baik induk maupun perubahan, sudah mendesak pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera membangun sekolah di sana,” katanya.

Baca Juga :  Polres Muba Bekuk Bandar Narkoba 1.7 kg sabu-sabu diamankan

Ia mengatakan, pertimbangan pembangunan sekolah tersebut antara lain karena jarak sekolah yang selama ini ada cukup jauh dari permukiman penduduk, baik kawasan perumahan maupun perkampungan. Selain itu, keberadaan sekolah baru juga diharapkan dapat mengatasi persoalan sebaran peserta didik, khususnya tingkat sekolah dasar.

“Jarak antara sekolah yang selama ini ada sangat jauh dengan pemukiman penduduk, baik itu perumahan maupun perkampungan. Ini juga terkait dengan sebaran siswa, khususnya sekolah dasar,” jelas Andre.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin menyampaikan bahwa gedung USB GBL yang belum digunakan untuk kegiatan belajar mengajar akan dimanfaatkan sementara untuk aktivitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hingga tahun depan.

Pihak Dikbud juga berencana menempatkan penjaga untuk mengamankan gedung beserta aset yang berada di dalamnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kehilangan aset sebelum gedung difungsikan sesuai peruntukannya.

Kadisdik Muba juga menegaskan bahwa pada tahun depan gedung sekolah tersebut akan digunakan sesuai fungsi dan peruntukannya.

Sementara itu, Ansor SH Ketua LGI Sumsel kondisi tersebut sebelumnya juga mendapat sorotan dari masyarakat dan sejumlah elemen masyarakat. Mereka mempertanyakan pembangunan gedung sekolah yang telah selesai bulan Januari 2026, namun belum dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, apalagi mobiler sudah lengkap belum di fungsikan, tidak hanya itu, terlebih kebutuhan fasilitas sekolah dinilai cukup penting bagi warga di kawasan GBL dan sekitarnya. Ujarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *